Hasil Kelulusan UN SMK 2014 : 1159 siswa Gagal Ujian Nasional

Posted by Online Consultant on Monday, May 19, 2014

Ujian nasional tahun pelajaran 2013/2014 untuk tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) diikuti peserta sebanyak 1.184.744. Sedangkan program Paket C termasuk program Paket C Kejuruan sebanyak 202.527 orang.

Menurut Kemdikbud, tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) jenjang SMK/MAK tahun 2014 mencapai 99,90 persen. Artinya, sebanyak 1159 dinyatakan tidak lulus UN (Ujian Nasional), namun tingkat kelulusan SMK lebih tinggi daripada tingkat SMA.

Demikian dijelaskan H. Mohammad Nuh (Mendikbud) ketika menggelar jumpa pers mengenai hasil UN SMA/SMK tahun pelajaran 2014 di Gedung Ki Hajar Dewantara Kemdikbud, Jakarta, (19/05/2014).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh juga memaparkan, tingkat ketidaklulusan tersebut merata di berbagai wilayah Indonesia. Selama ini, banyak stigma beredar di masyarakat bahwa angka ketidaklulusan UN banyak terjadi di luar wilayah Pulau Jawa. Menurut Nuh, pandangan bahwa faktor wilayah turut memengaruhi banyak siswa di luar Pulau Jawa tidak lulus UN adalah salah.

"Buktinya, di Provinsi DKI Jakarta sendiri, ada angka ketidaklulusan ini mencapai 102 siswa. Semua merata, di DKI Jakarta juga ada yang tidak lulus," ujar Nuh di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Senayan, Jakarta, Senin (19/5/2014).

Nuh menegaskan, masyarakat tidak boleh melabeli sekolah di luar Pulau Jawa tidak berkualitas atau bahwa pelajar di luar Jawa tidak pintar. Dari data yang dimilikinya, banyak juga siswa di ujung timur Indonesia, seperti Papua, lulus UN.

"Karena, yang kami nilai bukan kewilayahan, tetapi kemampuan individu dari siswa tersebut. Selain itu, sekolah yang dikategorikan 'top' tidak tidak serta merta menjamin siswanya 100 persen lulus. Ada juga sekolah yang top kalau memang anaknya tidak bagus, ya, tidak lulus," ucapnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh menjelaskan, ujian nasional (UN) membuat persebaran nilai menjadi lebih lebar, sehingga dapat terlihat lebih nyata kemampuan siswa terhadap pelajaran yang diterima selama sekolah. Hal ini berbeda dengan ujian sekolah (US) yang memiliki deviasi kecil, di mana sebaran nilai mengumpul lebih sempit. Ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa relatif tinggi, sehingga tidak terlihat mana siswa yang bagus maupun yang tidak.

"Kita bisa bandingkan. Nilai sekolah yang diperoleh dari nilai rapor semester 3, 4, dan 5, jika digabung, rata-ratanya mencapai 8,39. Bandingkan dengan UN murni SMA/MA yang rata-ratanya 6,12," kata Mendikbud saat menjelaskan grafik perbandingan antara nilai US dan UN di hadapan wartawan. Pernyataan itu Mendikbud sampaikan dalam jumpa pers hasil UN tingkat SMA/MA/SMK di Jakarta, Senin (19/05/2014).

Sumber:
Kemdikbud
Read more

Pengumuman Hasil UN SMA 2014 : 7811 siswa Tidak Lulus

Posted by Online Consultant

Pada tahun pelajaran 2013/2014 ini ujian nasional tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) diikuti 1.632.757 siswa termasuk SMA Luar Biasa atau SMALB. Sedangkan program Paket C sebanyak 202.527 orang.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) jenjang SMA/MA tahun 2014 mencapai 99,52 persen. Artinya, sebanyak 7.811 (0,48 persen) dinyatakan tidak lulus UN (Ujian Nasional) karena berbagai hal sebagai penyebabnya.

Demikian dijelaskan Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA ketika menggelar jumpa pers mengenai hasil UN SMA/SMK tahun pelajaran 2014 di Gedung Ki Hajar Dewantara Kemdikbud, Jakarta, (19/05/2014). Mendikbud juga menjelaskan tingkat kelulusan untuk jenjang SMK/MAK, yaitu sebesar 99,90 persen. Dari 1.171.907 peserta UN SMK/MAK, ada 1.159 siswa yang tidak lulus.

Kelulusan peserta didik SMA/MA dan SMK/MAK ditetapkan berdasarkan perolehan nilai akhir (NA). Nilai akhir merupakan gabungan dari 60 persen nilai UN dan 40 persen nilai ujian sekolah/madrasah. Peserta didik SMA/SMK/MA/MAK dinyatakan lulus UN apabila nilai rata-rata NA paling rendah 5,5 dan nilai mata pelajaran paling rendah 4,0.

Dari keseluruhan nilai nasional, terdapat 16.497 sekolah (89,40 persen) dengan tingkat kelulusan 100 persen. Sementara itu tidak ada sekolah dengan tingkat kelulusan 0 persen.

Terkait dugaan kecurangan yang terjadi selama penyelenggaraan UN, Mendikbud mengatakan hal tersebut sulit dibuktikan melihat hasil analisis perolehan nilai UN yang nilai rata-rata setiap mata pelajarannya mencapai nilai 5 ke atas. "Agak susah diterima dengan logika yang simpel kalau ada kecurangan yang masif rata-rata bisa 5 koma. Kami tetap berdasarkan realita analisis," tuturnya.

Pihak Kementerian Pendidikan menyarankan, bagi siswa yang tidak lulus UN, bisa mengikuti ujian nasional Paket C pada bulan Agustus tahun ini. Ijazah hasil ujian Paket C tersebut dapat digunakan untuk mendaftar dalam ujian mandiri yang diselenggarakan perguruan tinggi negeri, atau seleksi masuk di perguruan tinggi swasta. Ijazah Paket C juga dapat digunakan untuk melamar pekerjaan yang mensyaratkan kualifikasi pendidikan lulusan SMA/MA.
Read more

Mekanisme Pelaksanaan Ujian Nasional 2014

Posted by Online Consultant on Thursday, February 27, 2014

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA sempat menghimbau masyarakat untuk memahami Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional secara keseluruhan. Beliau memberi contoh pasal 58 ayat 1 yang sering dijadikan dasar untuk kontra terhadap UN. Di sana tertulis, 'Pendidik berperan mengevaluasi hasil belajar untuk memantau proses kemajuan, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan'.

Pada pasal 58 ayat 1, memang terlihat gurulah yang punya hak untuk menilai. Mendikbud membenarkan hal tersebut, tetapi penilaian tersebut untuk memantau proses kemajuan. Jika dilihat di ayat dua pada pasal yang sama, yaitu, 'evaluasi peserta didik, satuan pendidikan, dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan'. Dan diitambah lagi pada pasal 59 ayat tiga, dimana ketentuan mengenai evaluasi diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. Ayat 1 untuk evaluasi internal, ayat 2 untuk evaluasi eksternal, dan ayat 3 tentang pengaturan evaluasi dengan peraturan pemerintah.

Ujian Nasional (UN) merupakan evaluasi (penilaian) untuk melihat sejauh mana pencapaian hasil belajar pada proses pendidikan yang telah/sudah berlangsung. Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, masih terdapat tugas mulia untuk membenahi pemanfaatan Ujian Nasional.

Pada tahun pelajaran 2013/2014 ini pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berkomitmen untuk menggelar pelaksanaan ujian nasional yang lebih baik lagi. Dari Mekanisme pelaksanaan UN tahun ini beberapa kegiatan telah mulai dilakukan diantaranya penyerahan master naskah soal ujian nasional (UN) telah diserahkan ke lima perusahaan pemenang lelang penggandaan naskah oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, Senin (24/02/2014). Selanjutnya, naskah tersebut akan digandakan hingga 18 Maret mendatang.

Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud, Dadang Sudiyarto, mengatakan, setelah digandakan, naskah soal dan lembar jawaban ujian (LJU) akan didistribusikan ke ibu kota provinsi. Pendistribusian dijadwalkan tanggal 19-31 Maret 2014 dengan pengawasan dari perguruan tinggi, LPMP, dan Polri.

Setelah sampai di provinsi, tanggal 1 April dijadwalkan naskah UN akan diserahkan kepada dinas pendidikan provinsi melalui panitia pelaksana hasil pekerjaan (PPHP) dan disaksikan oleh perguruan tinggi, LPMP, dan Polri. Dari dinas, naskah tersebut akan didistribusikan kembali ke penyimpanan sementara di kabupaten/kota. Pendistribusian tahap ini melibatkan panitia dari Kanwil Kemenag dan diawasi oleh perguruan tinggi, LPMP, dan Polri.

Dadang menjelaskan, setelah berada di titik penyimpanan sementara naskah UN dijaga oleh perguruan tinggi, LPMP, dan Polri. Pengambilan semua naskah soal dan LJUN oleh satuan pendidikan yang lokasinya jauh dari tempat penyimpanan sementara pada 13 April 2014, satu hari sebelum pelaksanaan ujian nasional dengan pengawalan pihak kepolisian.

"Bagi satuan pendidikan yang berada di sekitar lokasi penyimpanan sementara, pengambilan naskah UN dilakukan setiap hari selama UN berlangsung sesuai dengan mata pelajaran yang diujikan," kata Dadang.

Setelah siswa mengerjakan soal UN, perguruan tinggi mengawasi penerimaan LJUN dari satuan pendidikan. Pengawas memastikan amplop LJUN dilem/dilak, ditandatangani oleh pengawas ruang, dan dibubuhi stempel satuan pendidikan. "Soal dan LJUN tidak dikumpulkan terlebih dulu di ruang kepala sekolah, agar tidak ada dugaan kecurangan," katanya.

Proses pemindaian LJUN dilakukan dengan menggunakan software yang ditentukan oleh pelaksana UN tingkat pusat. Panitia menjamin, keamanan proses pemindai LJUN terjaga dan akan disampaikan hasil pemindaian ke pelaksana tingkat pusat.

Sebagai informasi bahwa teknis pelaksanaan ujian nasional (UN) akan dilaksanakan mulai 14 April mendatang. Kepala Balitbang Kemdikbud, Furqon, saat membuka rapat koordinasi nasional (Rakornas) Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) dengan dinas pendidikan provinsi, kabupaten/kota, dan perguruan tinggi, hari ini, mengatakan, UN Tahun Pelajaran 2013/2014 adalah istimewa. Selain karena menjadi UN terakhir pada pemerintahan kabinet bersatu II, pelaksanaan UN tahun ini juga hampir bersamaan dengan pemilihan umum legislatif. "Untuk itu, sesuai arahan Mendikbud, pelaksanaan UN harus cermat dan sesuai agenda. Semoga sukses, Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!


Sumber : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Read more

Model Soal UN Prediktif dan Evaluatif Untuk Tingkat SMA dan SMK

Posted by Online Consultant

Kebijakan Pemerintah untuk memberikan soal ujian nasional yang bersifat prediktif disamping evaluatif sempat diwacanakan bahkan dibahas oleh sebagian pengamat. Namun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Mendikbud Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA menjelaskan bahwa tidak perlu adanya perdebatan antara soal prediktif dan evaluatif pada UN (SMA/MA, SMK/MAK). Hal itu disebabkan materi pembuatan naskah soal berasal dari kisi-kisi soal yang sama.

Menteri M. Nuh pun menegaskan tidak akan ada perbedaan mencolok terhadap jumlah soal UN evaluatif dan prediktif, karena akan ditentukan berdasarkan persentasi tingkat kesukaran soal UN tersebut. Pihaknya akan membuat persentase tingkat kesukarannya, dari sukar, sedang, sampai mudah, dan persentase belum dibuat, dan itu akan dirahasiakan.

Soal bersifat evaluatif jika menanyakan seputar materi pelajaran yang sudah dipelajari para peserta didik, selama duduk di bangku sekolah menengah atas. Sedangkan soal prediktif adalah soal yang memprediksi kemampuan peserta didik untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

Menteri juga mengungkapkan pihak Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MRPTN), selaku panitia SNMPTN, akan turut berpartisipasi dalam pembuatan naskah soal. Pihaknya akan mengundang MRPTN untuk sama-sama membuat soal, selain memantau proses penggandaan, pelaksanaan, maupun memindai lembar jawaban siswa itu.

Memang penggunaan UN untuk SNMPTN di tahun 2014 ini merupakan gabungan nilai rapor yang sudah diberi bobot. Nantinya, nilai UN murni digunakan sebagai dasar seleksi SNMPTN. Adapun, bobot nilai ditentukan oleh masing-masing perguruan tinggi. Sedangkan, penggunaan UN untuk SNMPTN tahun lalu baru berupa syarat untuk diterima melalui SNMPTN.

Integrasi penggunaan Ujian Nasional (UN) sebagai syarat masuk perguruan tinggi negeri (PTN), melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) akan secara maksimal diberlakukan di 2014. Untuk itu, kualitas soal UN akan ditingkatkan menjadi bersifat evaluatif, dan prediktif.

Konsep dasar yang disiapkan oleh Pamerintah mulai tahun 2010, yaitu integrasi vertikal, di mana hasil pendidikan dasar bisa dipakai untuk masuk di pendidikan menengah, dan hasil pendidikan menengah bisa dipakai untuk masuk perguruan tinggi negeri. Sehingga dengan demikian ada integrasi secara vertikal. Integrasi vertikal tersebut memiliki makna yang luar biasa, karena ada pengakuan terhadap prestasi yang dicapai seseorang di jenjang pendidikan sebelumnya. Pengakuan itu, katanya, menjadi hal yang sangat mendasar. Menyatunya konsep integrasi vertikal memunculkan rasa saling percaya antarjenjang pendidikan.

Mendikbud menegaskan, tidak ada aturan baku mengenai komposisi nilai UN dan nilai rapor sebagai persyaratan masuk PTN. Penerimaan mahasiswa baru menjadi kewenangan masing-masing perguruan tinggi, sehingga Kemdikbud tidak mengeluarkan aturan baku mengenai komposisi nilai UN dan rapor untuk syarat masuk PTN. Meskipun begitu, setiap perguruan tinggi negeri (PTN) memiliki common sense atau logika umum dalam menentukan komposisi tersebut.



Sumber : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Read more

Jadwal Pelaksanaan Ujian Sekolah SD/MI Tahun 2014

Posted by Online Consultant on Monday, January 27, 2014

Keputusan Pemerintah untuk meniadakan Ujian Nasional (2014) untuk menentukan kelulusan siswa Sekolah Dasar dan Madrasah adalah hasil rapat koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Sebagai gantinya adalah diselenggarakannya Ujian Sekolah/Madrasah yang merupakan ujian akhir bagi para siswa SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Keputusan itu selaras dengan yang diamanatkan dalam PP 32/2013.

Selanjutnya Mendikbud bersama Mendagri, secara bersama-sama telah menyepakati anggaran untuk pelaksanaan ujian sekolah (US) jenjang SD, SDLB dan Paket A/Ula. Kesepakatan mana tertuang dalam surat edaran bersama tertanggal 9 Januari 2014 yang menyebutkan bahwa, penyediaan anggaran untuk pelaksanaan US dialokasikan pada APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota tahun anggaran 2014.

Edaran yang ditandatangani Mendikbud dan Mendagri itu juga menunjuk Pemprov, untuk melaksanakan penggandaan soal, bahan ujian, blangko surat keterangan hasil ujian sekolah (SKHUS) dan blangko ijazah, serta pendistribusiannya ke kabupaten kota. Demikian pula untuk pencetakan dan pendistribusian daftar kolektif hasil ujian sekolah (DKHUS), SKHUS, dan blanko ijazah ke satuan pendidikan penyelenggara.

Sedangkan untuk pelaksanaan ujian nasional (UN), sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas/kejuruan, pemerintah provinsi diminta untuk membentuk panitia pelaksana UN tingkat provinsi. Panitia ini akan menyusun perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan UN sesuai dengan POS UN yang ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), sementara untuk penggandaan dan pendistribusian soal dilakukan di region masing-masing.

Sesuai Peraturan Kepala Balitbang Kemdikbud tahun 2014, berikut kami sampaikan Jadwal Ujian Sekolah / Madrasah bagi SD/MI :


Jadwal US/M SD/MI 2014


No.Hari dan Tanggal JamMata Pelajaran
1 US/M : Senin, 19 Mei 2014
US/M Susulan : Senin, 26 Mei 2014
08.00 - 10.00 Bahasa Indonesia
2 US/M : Selasa, 20 Mei 2014
US/M Susulan : Selasa, 27 Mei 2014
08.00 - 10.00 Matematika
3 US/M : Rabu, 21 Mei 2014
US/M Susulan : Rabu, 28 Mei 2014
08.00 - 10.00 Ilmu Pengetahuan Alam


Disamping itu kami sampaikan juga Jadwal Ujian Paket A/Ula :


Jadwal Ujian Paket A/Ula Tahun Pelajaran 2013/2014


No.Periode I Periode II Jam Mata Pelajaran
1 Senin,
19 Mei 2014
Selasa,
1 Juli 2014

13.30 - 15.30
16.00 - 18.00
Bahasa Indonesia
Pendidikan Kewarganegaraan
2 Selasa,
20 Mei 2014
Rabu,
2 Juli 2014

13.30 - 15.30
16.00 - 18.00
Matematika
Ilmu Pengetahuan Sosial
3 Rabu,
21 Mei 2014
Kamis,
3 Juli 2014

13.30 - 15.30
Ilmu Pengetahuan Alam


Sumber penjadwalan : Peraturan Kepala Balitbang Kemdikbud No.001/H/HK/2014

Terkait Kelulusan US/M, berlaku ketentuan bahwa peserta didik dinyatakan lulus US/M apabila peserta didik telah memenuhi kriteria kelulusan yang ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan perolehan nilai US/M. Kriteria kelulusan US/M ditetapkan melalui rapat pendidik sebelum pelaksanan US/M yang mencakup:

a. nilai minimal setiap mata pelajaran US/M; dan
b. nilai rata-rata minimal mata pelajaran US/M.

Begitu juga kelulusan Dari Satuan Pendidikan (sekolah/Madrasah) ditetapkan melalui rapat pendidik setelah siswa:

a. menyelesaikan seluruh program pembelajaran
b. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran dan muatan lokal
c. lulus US/M.

Catatan : Kriteria peserta didik telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran ditentukan oleh pendidik dengan mempertimbangkan kehadiran peserta didik pada program pembelajaran dari semester 1 kelas I sampai semester 2 kelas.
Kriteria peserta didik memperoleh nilai baik untuk seluruh mata pelajaran dan muatan lokal ditentukan oleh pendidik melalui rapat pendidik tingkat Satuan Pendidikan.

Pemerintah berencana mengumumkan hasil Kelulusan dari Satuan Pendidikan paling lambat empat minggu setelah pelaksanaan US/M.


Copyright © 2013 un2014.com all rights reserved
Read more